Seperti apa sih pemukiman yang strategis dan efisien? Yuk kita ulas!

Jaman sekarang, harga tanah semakin mahal.

Apalagi yang letaknya dekat dengan pusat kota. Nah, oleh karena itu, biaya yang diperlukan untuk membangun rumah pun juga kian melangit. Dari situlah muncul banyak persepsi bahwa keluarga baru, atau keluarga muda semakin sulit untuk mencari atau membangun rumah tinggal di daerah kota. Tentunya permintaan akan tempat tinggal di daerah kota juga semakin banyak dan sudah melebihi batasnya. Hal ini menyebabkan banyak terbangunnya bangunan-bangunan tempat tinggal liar yang bertempat di pinggiran-pinggiran kota.

2015-09-02-163438

Persepsi tersebut bukanlah hal yang perlu di bicarakan lagi soal benar atau salahnya, karena jelas rakyat membutuhkan tempat tinggal yang layak huni. Dan pemerintah sudah memiliki visi untuk mulai membangun pemukiman “vertikal” seperti apa yang tertera pada situs PU yang di kutip sebagai berikut :

Pemerintah dimasa-masa mendatang tetapmemprogramkan pembangunan infrastruktur bidang sarana dan prasarana dasar pada Kawasan Siap Bangun (Kasiba) dan Lingkungan Siap Bangun (Lisiba) yang tersebar di kota-kota besar seluruh Indonesia. Bantuan infrastruktur berupa pembangunan jalan lingkungan, sanitasi dan air bersih pada kawasan Kasiba/Lisiba tersebut di masa depan tetap akan selalu berjalan guna menekan harga rumah,sehingga terjangkau masyarakat. Selain itu dengan adanya bantuan infrastrukturtsb penataan lingkungannya bisa ditata menjadi lebih baik. Seperti halnya padakawasan Driyorejo (Jawa Timur), di Kota Bandung juga bisa dikembangkanpembangunan sarana dan prasarana dasarnya bila lahannya tersedia. Namun ke depanpemerintah mulai memikirkan untuk membangun permukiman vertikal di kota-kota besar.

(Sumber : pu.go.id – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI)

Sesuai dengan visi tersebut, akan lahir sebuah persepsi bahwa hunian vertikal adalah jalan keluar bagi para keluarga yang menginginkan hunian dengan harga yang relatif terjangkau.

Hal ini secara langsung dianggap oleh para Developer Properti sebagai tantangan untuk bagaimana bisa terciptanya sebuah daerah pemukiman dengan konsep vertikal (Bertingkat) yang strategis dan efisien.

Seperti judul berbicara, kita akan coba bahas faktor apa saja yang menjadi pertimbangan untuk memenuhi segala aspek daerah pemukiman yang strategis dan efisien tersebut.

Pemukiman yang strategis dan efisien

3

Ambil saja sebagai generalisasi, hunian vertikal seperti apartemen ataupun superblok dibangun dengan tujuan untuk mengumpulkan segala kebutuhan hidup penghuni nya. Oleh karena itu pengembang-pengembang atau property developer harus bisa mengemas sebaik mungkin faktor-faktor sebagai berikut :

Lingkungan

peta-sekolah-2

Faktor lingkungan adalah aspek yang sangat vital dalam pembangunan daerah hunian. Karena tidak semua kebutuhan penghuni bisa di bangun di dalam. Seperti contoh pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, sekolah, universitas, rumah sakit, dan tempat umum lainnya. Keberadaan dari tempat-tempat umum tersebut menjadi faktor kuat yang mempengaruhi efisiensi dan strategisnya lokasi hunian. Semakin dekat dan semakin terjangkau dari lokasi hunian maka semakin baik efisiensi hunian tersebut.

Fasilitas

Tidak lain dari tempat pemukiman itu sendiri, tentunya fasilitas yang di tanamkan pada hunian juga menjadi tolak ukur efisiensi hunian tersebut. Dalam arti, penghuni tidak perlu susah-susah untuk melakukan sesuatu yang mendasar. Seperti halnya fasilitas parkir untuk menyimpan kendaraan yang aman, dan juga tempat-tempat berolahraga seperti jogging track dan kolam renang.

Selain itu juga fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh penghuni adalah convenience store, dimana penghuni dapat mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari dengan mudah tanpa harus meninggalkan area hunian.

Akses

Nah, berbicara soal apartemen, superblok, perumahan, atau jenis daerah hunian lainnya, pasti akan dikaitkan dengan lokasi dan akses. Karena sebenarnya aspek inilah yang mempengaruhi nilai efisiensi dari hunian terbesar. Sebagai contoh, sebuah hunian tidak bisa di bilang efisien walaupun lingkungan dan fasilitasnya baik, tetapi akses menuju daerah tersebut tidak mudah.

gangnam-bekasi-sales-presentation-finallow-page-006

Hal ini menyebabkan daerah hunian yang lebih mudah aksesnya, atau dekat dengan jalan raya, jalan tol, bandara semakin tinggi juga nilainya.

tmp_10135-2015-04-15___00-10473_1_11336193557

Dengan keseimbangan dari ketiga faktor tersebut, akan tercipta efisiensi yang tinggi. Tapi perlu diketahui bahwa keseimbangan yang dimaksud bukanlah kelengkapan atau kemewahan, melainkan konsep yang diangkat untuk menjadikan sebuah hunian dibangun tepat untuk sasarannya.

smart-living-2

Jadi, impian kita punya hunian yang murah dan strategis bukanlah lagi hal yang tidak mungkin.

Gangnam District

1

Apartemen Superblok dengan nuansa kreatif dan canggih di Bekasi menawarkan hunian eksklusif dengan fasilitas kelas dunia dan terintegrasi dengan stasiun Aeromovel Bekasi.

Follow Gangnam District on :

Facebook Page        Twitter       Instagram

www.gangnamdistrict.com

Advertisements

Tipe-tipe apartemen dan penghuninya

Yang namanya apartemen itu ada banyaaak sekali macam nya, cuma kali ini saya coba ilustrasi-kan beberapa tipe yang paling umum atau paling populer dan kaitannya dengan tipe penghuninya.

Seperti yang sudah lumrah di dunia pengembangan properti, setiap pengembang pasti sudah mempunyai strategi dasar dalam pembangunan apartemen, dimulai dari demografi calon penghuni, letak/lokasi pembangunan, luas daerah, dan juga akses dari jalan raya.

studio-room

Mengenai orang-orang yang menjadi target pemasaran apartemen tersebut, biasanya sudah di bagi-bagi berdasarkan kategori seperti keluarga, eksekutif muda, profesional ataupun pendatang warga luar negeri. Klasifikasi inilah yang dijadikan bahan pertimbangan para pengembang untuk membuat spesifikasi dari apartemen yang akan di bangun. Sebagai contoh, keluarga membutuhkan luas bangunan yang besar untuk tempat anak bertumbuh besar, para profesional membutuhkan ruang untuk berkerja, ataupun ada orang yang hanya membutuhkan tempat untuk tidur karena kesehariannya berkerja diluar tempat tinggal.

Berikut ini adalah tipe-tipe apartemen yang umum dibangun oleh para pengembang dan siapa saja yang memilikinya :

1. Apartemen Studio

Tipe apartemen studio adalah tipe apartemen yang bisa dibilang paling kecil yang tersedia, luasnya tidak lebih dari 18-20 meter persegi. Tipe apartemen ini memiliki sebuah tempat tidur, satu kamar mandi serbaguna, satu meja kerja dan sisanya di padatkan dengan lemari pakaian, atau tempat penyimpanan barang-barang kecil.

Apartemen tipe ini biasanya dimiliki oleh para pelajar/pekerja yang hidup sendirian, karena konsep tipe apartemen ini dirancang untuk hidup serba praktis, dan tentunya juga dengan harga yang paling minim.

2. Apartemen Loft

Tipe apartemen ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari apartemen tipe studio, dari sisi luas ruangan masih terbilang sama, hanya saja apartemen tipe Loft ini memiliki tinggi ruangan yang lebih, biasanya dijadikan seperti satu lantai dengan kompartmen tambahan di bagian atas.

Biasanya apartemen tipe Loft diminati oleh keluarga-keluarga kecil atau pasangan muda karena secara luas ruangan juga tidak terlalu besar, dan bisa menaruh tempat tidur tingkat untuk anak/balita.

3. Apartemen Two Bedroom

Apartemen tipe Two Bedroom adalah apartemen satu lantai yang terdapat 2 kamar tidur, terdapat ruang makan, dapur, dan juga ruang tengah. Oleh karena itu apartemen tipe Two Bedroom ini menjadi pilihan banyak keluarga kecil dengan anak yang sudah mulai besar.

4. Apartemen Duplex

Tipe apartemen Duplex adalah apartemen yang memiliki 2 lantai dan memiliki susunan ruangan menyerupai rumah tinggal pada umumnya. Apartemen tipe ini menjadi pilihan kebanyakan keluarga besar atau kelompok dengan jumlah orang yang lebih banyak.

5. Apartemen Penthouse

Nahhh, kalau tipe apartemen yang ini adalah tipe yang menjadi favorit golongan konglomerat, karena posisinya berada di lantai paling atas atau lantai tertinggi menjadikan view dari apartemen ini tidak terkalahkan, dan juga karena itu harganya paling tinggi.

Dari bentuknya mungkin kurang lebih sama dengan apartemen duplex, bisa 1 lantai ataupun lebih, namun biasanya memiliki hal-hal ekstra seperti dekorasi mewah, lantai marmer, balkon besar, bahkan sampai kolam renang dan lift pribadi!!

Ya, jadi kurang lebih seperti itulah tipe-tipe apartemen yang menjadi pertimbangan para pengembang untuk dibangun memenuhi target pasar.

Fenomena Kehidupan Urbanisme Ala Sosialita Asia

socialites

Dengan semakin pesatnya perluasan dan perkembangan ekonomi pasar bebas di Area Asia (Termasuk Asia Tenggara). Semakin banyak juga budaya dari negara-negara seperti dari negeri Jepang, Korea, China, Thailand, Singapura, Malaysia, dan lain-lain.

Dapat sama-sama kita lihat dengan banyaknya pusat bisnis atau tempat-tempat rekreasi, bahkan perumahan dengan nuansa keberagaman khas negara-negara Asia tersebut.

Lalu mengapa bisa demikian? Nah, disini mari kita bahas lebih lanjut apa penyebabnya.

Perilaku Konsumtif

sale

Masyarakat Indonesia dinilai sangat konsumtif. Terbukti bahwa saat ini, Indonesia menduduki peringkat ke dua sebagai negara paling konsumtif di dunia. Sementara di peringkat pertama adalah Singapura. Ironisnya, banyak orang Indonesia yang menghabiskan uangnya dengan berbelanja di Singapura. Hal itu diungkapkan Heppy Tranggono, Ketua Indonesian Islamic Business Forum (IIBF).

“Indonesia negara konsumtif, juga bisa dilihat dari nilai transaksi kartu kredit yang mencapai 250 triliun setahun. Padahal anggaran negara kita hanya 1.200 triliun. Tapi ini fakta,” tandasnya. Negara ini juga kalah nilai ekspornya dibanding Singapura. Pada 2009, nilai ekspor Indonesia 11,5 miliar dollar Amerika. Tahun 2010, naik menjadi 14,5 miliar dolar Amerika.

Popularitas Negara Lain

pop-culture_header_1a

popularitas dari budaya yang terlahir di negara-negara asia lainnya, hal ini juga tidak dapat dipungkiri, karena dengan penyebab pertama perihal perilaku konsumtif dari masyarakat Indonesia, menyebabkan lebih mudahnya masyarakat untuk menyerap tren-tren dari negara lain tersebut.

Nahh, sekarang kita bahas nih, dari lingkup budaya seperti apa saja tren dari negara-negara asia tersebut

1. Tempat/Landmark

1

Tempat-tempat dengan nuansa ala negara asia sudah tersebar banyak di seluruh penjuru kota, tempat ini menjadi destinasi rekreasi keluarga bahkan menjadi destinasi para kaum sosialita untuk berkumpul dan beraktivitas sehari-hari. Sebagai contoh, sudah terdapat banyak landmark yang dibangun oleh perusahaan asia berjangkauan global seperti AEON Mall, Lotte Mall, Pollux Mall Gangnam District yang bernuansa ala negara asalnya masing-masing.

2. Fashion dan kecantikan

why-korean-parents-are-paying-for-their-kids-to-get-plastic-surgeryasian-fashion-boy-cute-fashion-favim-com-722743

Di sektor fashion, tentunya mode-mode yang diperkenalkan kian laris di pasar Indonesia, hal ini disebabkan oleh cocoknya ukuran dan selera pasaran indonesia dengan negara-negara asia tersebut. Selain itu juga sektor kecantikan seperti perawatan kulit, kosmetik bahkan sampai dengan operasi plastik ala negara asia mulai populer di kalangan wanita sosialita Indonesia.

3. Musik dan hiburan

lagu-korea-terbaru-terpopuler

Musik dan film juga membawa pengaruh besar terhadap tren yang dibawakan oleh para kaum sosialita, tidak lain berhubungan dengan mode fashion yang dibawakan oleh para artis dan penyanyi asal negara asia.

4. Kuliner

disum

Yang paling umum dan menyebar luas tidak lain adalah makanan, sebelum era modern negara asia mulai populer di Indonesia, kuliner khas negara asia sudah duluan menguasai pasaran.

Sebuah suara, aksi, dan jawaban #RustyRelic

Perkenalkan,

Kami Rustyrelic, band Rock asal Jakarta, ID yang memiliki visi untuk selalu berkarya menyerukan pikiran-pikiran kami. Kami mengangkat segala pemikiran yang kemudian dibentuk menjadi sebuah ekspresi suara, aksi, ataupun jawaban terhadap keadaan lingkungan yang kami hadapi dan alami. Dengan tujuan agar suara kami tersampaikan melalui musik.

berikut adalah sample track dari lagu-lagu kami :

Enjoy